Advertisement · 728 × 90

Posts by Ilham Akhsanu Ridlo

Preview
Perempuan di Tepi Lapangan Kota Berlin Saya pertama kali mencintai sepak bola bukan karena gol spektakuler atau final yang dramatis. Di desa pada era 1990-an, akses terhadap siaran langsung sangat terbatas. Kecintaan itu justru tumbuh karena rumah kami bersebelahan dengan satu-satunya lapangan sepak bola di kecamatan. Hampir setiap sore, selepas Asar hingga azan Magrib berkumandang, saya menyaksikan para pemain "tarkam" bertanding. Setiap perayaan Agustusan, selama hampir sebulan penuh, lapangan kecamatan menjadi pusat pertandingan antardesa.

Pada 11 April 2026, Marie-Louise Eta menjadi perempuan pertama yang memimpin tim pria di salah satu dari lima liga elit Eropa. Bukan divisi tiga. Bukan liga kecil di negara yang tidak ada yang menonton. Bundesliga. Satu dari liga paling bergengsi di planet ini. Dan dunia sepak bola merespons dengan

1 day ago 1 0 0 0
Preview
Semangat Bandung dan Masa Depan Ekosistem Pengetahuan Selatan-Selatan Pada April 1955, 29 delegasi dari Asia dan Afrika berkumpul di Gedung Merdeka, Bandung. Mereka tidak memiliki senjata nuklir maupun armada jet tempur, tetapi mereka percaya bahwa bangsa-bangsa yang baru merdeka berhak menentukan nasibnya sendiri. Tujuh puluh satu tahun kemudian, keyakinan itu perlu diuji kembali, kali ini di arena yang jarang dibicarakan dalam peringatan-peringatan Bandung, yaitu arena pengetahuan. Konferensi Asia-Afrika lazimnya dibaca sebagai peristiwa diplomatik, sekaligus langkah menuju Gerakan Non-Blok di tengah persaingan antara Washington dan Moskow.

Semangat Bandung dan Masa Depan Ekosistem Pengetahuan Selatan-Selatan

Pada April 1955, 29 delegasi dari Asia dan Afrika berkumpul di Gedung Merdeka, Bandung. Mereka tidak memiliki senjata nuklir maupun armada jet tempur, tetapi mereka percaya bahwa bangsa-bangsa yang baru merdeka berhak menentukan…

1 day ago 1 0 0 0
Preview
Stand with Science in an Unequal World One week ago, the World Health Organization's theme for World Health Day, 7 April 2026, carried unmistakable urgency: "Together for Health. Stand with Science." In recent years, public trust in scientific institutions has been eroded by political polarization, disinformation, and uncertainty in research funding across many countries. The call to defend the integrity of science is therefore understandable. Yet the slogan also raises a question rarely discussed openly, one that touches on the current hegemony of global knowledge systems: whose scientific system is actually being defended, and under what political conditions are other countries expected to produce scientific knowledge?

Stand with Science in an Unequal World

One week ago, the World Health Organization's theme for World Health Day, 7 April 2026, carried unmistakable urgency: "Together for Health. Stand with Science." In recent years, public trust in scientific institutions has been eroded by political…

5 days ago 0 0 0 0
Preview
“Berdiri Bersama Sains” dalam Dunia yang Tak Setara Tema Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2026 yang diserukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdengar mendesak dengan slogan "Together for Health. Stand with Science." Beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap institusi ilmiah menghadapi tekanan dari polarisasi politik, disinformasi, dan ketidakpastian pendanaan riset di sejumlah negara. Seruan untuk mempertahankan integritas sains dapat dipahami. Namun, slogan tersebut juga memunculkan pertanyaan yang jarang dibahas secara terbuka berkaitan dengan hegemoni sistem pengetahuan dunia saat ini.

“Berdiri Bersama Sains” dalam Dunia yang Tak Setara

Tema Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2026 yang diserukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdengar mendesak dengan slogan "Together for Health. Stand with Science." Beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap institusi ilmiah menghadapi…

1 week ago 0 0 0 0
Preview
When Water Becomes a Target of War Modern war increasingly extends beyond military positions to the infrastructure that sustains biological survival. In the current regional escalation involving Iran, one of the least visible but potentially most consequential vulnerabilities lies not in missile systems or border deployments, but in desalination plants. These facilities, which convert seawater into potable water, underpin daily life across much of the Arabian Gulf. If they are deliberately targeted, the humanitarian consequences could exceed the immediate damage of conventional strikes.

When Water Becomes a Target of War

Modern war increasingly extends beyond military positions to the infrastructure that sustains biological survival. In the current regional escalation involving Iran, one of the least visible but potentially most consequential vulnerabilities lies not in missile…

3 weeks ago 0 0 0 0
Preview
Peluncuran The Conversation di Jerman: Harapan dan Skeptisisme Kabarnya, per Juli 2026, The Conversation menjumpai pembacanya dalam bahasa Jerman. Kabar ini sebenarnya sudah saya terima tahun yang lalu. Namun, agaknya tim editor ingin memastikan semuanya berjalan dengan lebih baik sehingga pada akhirnya peluncuran The Conversation Deutschland dirilis saat musim panas tahun ini. Robin Markwica, Managing Director, The Conversation Deutschland, Österreich & Schweiz, memastikan bulan peluncurannya di Linkedin dengan mengonfirmasi artikel…

Peluncuran The Conversation di Jerman: Harapan dan Skeptisisme

Kabarnya, per Juli 2026, The Conversation menjumpai pembacanya dalam bahasa Jerman. Kabar ini sebenarnya sudah saya terima tahun yang lalu. Namun, agaknya tim editor ingin memastikan semuanya berjalan dengan lebih baik sehingga pada…

3 weeks ago 1 0 0 0
Preview
Politik Melumpuhkan Kekebalan Berbeda dengan SARS-CoV-2, yang bermutasi menjadi varian-varian baru dengan kemampuan menghindari kekebalan tubuh, virus campak berubah jauh lebih lambat. Protein kunci pada permukaannya sangat terkonservasi secara evolusioner. Vaksin MMR yang dikembangkan dari strain tahun 1960-an masih efektif 97 persen terhadap semua genotipe yang beredar hari ini. Virus ini tidak perlu bermutasi untuk kembali menjadi ancaman. Yang dibutuhkannya jauh lebih sederhana, yaitu populasi yang menolak divaksinasi.

Politik Melumpuhkan Kekebalan

Berbeda dengan SARS-CoV-2, yang bermutasi menjadi varian-varian baru dengan kemampuan menghindari kekebalan tubuh, virus campak berubah jauh lebih lambat. Protein kunci pada permukaannya sangat terkonservasi secara evolusioner. Vaksin MMR yang dikembangkan dari strain…

4 weeks ago 0 0 0 0
Advertisement
Preview
Media Tidak Lagi Sepenuhnya Milik Redaksi Sejak buku Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution yang ditulis Ross Tapsell tahun 2020, kita menjadi semakin tahu bahwa hubungan antara media dan kekuasaan dapat dipahami dengan lebih mudah dan dibaca dengan relatif sederhana. Utamanya setelah bukunya dialihbahasakan oleh Wisnu Utomo dan dicetak oleh MarjinKiri. Sudah menjadi diskusi awam jika kepemilikan surat kabar oleh konglomerat, intervensi negara terhadap redaksi, atau tekanan iklan terhadap pemberitaan merupakan bentuk-bentuk klasik bagaimana media semakin kehilangan otonominya.

Media Tidak Lagi Sepenuhnya Milik Redaksi

Sejak buku Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution yang ditulis Ross Tapsell tahun 2020, kita menjadi semakin tahu bahwa hubungan antara media dan kekuasaan dapat dipahami dengan lebih mudah dan dibaca dengan relatif…

1 month ago 0 0 0 0
Preview
Penjaga Terakhir Mahzab Frankfurt: Jürgen Habermas dan Warisan Akal Budi Komunikatif Jürgen Habermas meninggal dunia pada 14 Maret 2026 di kota Starnberg, Bavaria, pada usia 96 tahun. Kematiannya dikonfirmasi oleh penerbitnya, Suhrkamp Verlag, atas nama keluarga. Dengan kepergiannya, dunia intelektual kehilangan bukan sekadar seorang filsuf besar, tetapi juga saksi hidup terakhir dari sebuah tradisi pemikiran yang lahir dari pengalaman paling traumatik abad kedua puluh: fasisme, genosida, dan runtuhnya kepercayaan pada akal budi itu sendiri.

Penjaga Terakhir Mahzab Frankfurt: Jürgen Habermas dan Warisan Akal Budi Komunikatif

Jürgen Habermas meninggal dunia pada 14 Maret 2026 di kota Starnberg, Bavaria, pada usia 96 tahun. Kematiannya dikonfirmasi oleh penerbitnya, Suhrkamp Verlag, atas nama keluarga. Dengan kepergiannya, dunia…

1 month ago 0 0 0 0
Preview
The Attention Trap Why academics can no longer afford to stay silent, and what they risk by speaking up Academics once enjoyed a comfortable remove from public noise. Authority accumulated slowly, through journals, seminars, and institutional standing. That distance has collapsed. Consider what happened to Didier Raoult, the French microbiologist who became one of the most visible scientific figures of the COVID-19 pandemic…

The Attention Trap

Why academics can no longer afford to stay silent, and what they risk by speaking up Academics once enjoyed a comfortable remove from public noise. Authority accumulated slowly, through journals, seminars, and institutional standing. That distance has collapsed. Consider what…

1 month ago 1 1 0 0
Preview
Ideasi Konspirasi Dibalik Meledaknya Kasus Campak Lonjakan kasus campak yang disertai penurunan cakupan vaksinasi di Indonesia sering kali dijelaskan melalui dua istilah yang segera muncul dalam diskusi publik, yaitu "gerakan antivaksin" dan "teori konspirasi". Kekhawatiran terhadap kedua fenomena tersebut memang wajar. Tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan lembaga yang memiliki otoritas kesehatan publik sejak lama melihatnya sebagai ancaman terhadap keberhasilan program imunisasi. Konteks Epidemiologis dan Urgensi Masalah…

Ideasi Konspirasi Dibalik Meledaknya Kasus Campak

Lonjakan kasus campak yang disertai penurunan cakupan vaksinasi di Indonesia sering kali dijelaskan melalui dua istilah yang segera muncul dalam diskusi publik, yaitu "gerakan antivaksin" dan "teori konspirasi". Kekhawatiran terhadap kedua fenomena…

1 month ago 1 0 0 0
Preview
Wawancara Bersama Sabhrina Gita Aninta: Membaca Masa Depan Spesies melalui Genom Perkembangan genomik telah mengubah cara ilmuwan memahami konservasi biodiversitas, dari pendekatan perlindungan habitat menuju analisis evolusi populasi dan ketahanan genetik spesies. Wawancara saya baru-baru ini dengan Sabhrina Gita Aninta, peneliti pascadoktoral di University of Copenhagen yang bekerja di bidang conservation genomics, menjelaskan bahwa data genom memungkinkan ilmuwan membaca sejarah populasi sekaligus memprediksi masa depan spesies. Melalui analisis seluruh genom, peneliti dapat mengidentifikasi penurunan populasi, menilai keragaman genetik, serta merancang intervensi konservasi berbasis bukti.

Wawancara Bersama Sabhrina Gita Aninta: Membaca Masa Depan Spesies melalui Genom

Perkembangan genomik telah mengubah cara ilmuwan memahami konservasi biodiversitas, dari pendekatan perlindungan habitat menuju analisis evolusi populasi dan ketahanan genetik spesies. Wawancara saya baru-baru ini…

1 month ago 1 0 0 0
Preview
Tiongkok Membatasi Pendanaan APC di Jurnal Premium Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS) mengumumkan pada awal 2025 kebijakan yang membatasi pendanaan institusional untuk biaya pengolahan artikel (APC) di sekitar 30 jurnal akses terbuka premium yang mengenakan biaya ≥$5.000 per artikel. Intervensi ini mewakili respons institusional paling tegas terhadap inflasi APC yang pernah diterapkan oleh lembaga pendanaan penelitian besar. Kebijakan ini secara ekonomi dapat dibenarkan dan secara strategis signifikan—namun mengungkap ketidakselarasan fundamental antara mekanisme pasar dan insentif institusional dalam penerbitan ilmiah.

Tiongkok Membatasi Pendanaan APC di Jurnal Premium

Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS) mengumumkan pada awal 2025 kebijakan yang membatasi pendanaan institusional untuk biaya pengolahan artikel (APC) di sekitar 30 jurnal akses terbuka premium yang mengenakan biaya ≥$5.000 per artikel.…

1 month ago 1 1 0 0
Preview
Who Loses Their Voice When ‘Wikipedia Login’ Is Restricted? Indonesia has restricted Wikipedia's login feature. The government cites compliance with registration requirements for private electronic system operators. Technically, Wikipedia is not blocked—articles remain readable. But one vital function has vanished, like the ability to log in, edit, and contribute. For most people, Wikipedia is a place to look up quick definitions or historical summaries. For volunteers, educators, and researchers, it is a collective workspace.

Who Loses Their Voice When ‘Wikipedia Login’ Is Restricted?

Indonesia has restricted Wikipedia's login feature. The government cites compliance with registration requirements for private electronic system operators. Technically, Wikipedia is not blocked—articles remain readable. But one vital…

1 month ago 0 3 0 0
Preview
Indonesia’s Universities and the Quiet Turn to Debt: Why the Outcry Came Late Indonesia's latest regulation allowing state universities with legal autonomy to take on debt has triggered a predictable backlash. Critics warn of creeping commercialisation, higher tuition fees, and the erosion of universities as public goods. Yet the real puzzle is not why the policy is controversial, but why the controversy arrived so late. The Permendiktisaintek No. 1/2026 regulation, which formalises borrowing procedures for Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), did not emerge from nowhere.

Indonesia's latest regulation allowing state universities with legal autonomy to take on debt has triggered a predictable backlash. Critics warn of creeping commercialisation, higher tuition fees, and the erosion of universities as public goods.

1 month ago 0 0 0 0
Advertisement
Preview
Bedah Artikel Filsafat Sains: Menimbang Kembali Peran Preregistasi dalam Sains Terbuka Gerakan sains terbuka telah mendorong berbagai reformasi metodologis untuk meningkatkan transparansi dan keandalan penelitian. Salah satu praktik yang paling menonjol adalah preregistrasi (preregistration) riset, yaitu dokumentasi hipotesis, metode, dan rencana analisis sebelum data dikumpulkan. Praktik ini dipromosikan pertama-tama oleh Brian Nosek (Center for Open Science/COS) sebagai cara untuk mencegah manipulasi analitik seperti p-hacking dan HARKing, serta untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sains.

Bedah Artikel Filsafat Sains: Menimbang Kembali Peran Preregistasi dalam Sains Terbuka

Gerakan sains terbuka telah mendorong berbagai reformasi metodologis untuk meningkatkan transparansi dan keandalan penelitian. Salah satu praktik yang paling menonjol adalah preregistrasi (preregistration)…

1 month ago 0 0 0 0
Post image Post image Post image Post image

🏛️ 200 Years of LMU in Munich 🎓 Founded in 1472, relocated from Landshut to Munich in 1826 — today LMU celebrates 200 years in Munich and inaugurates Prof. Dr. Matthias H. Tschöp as President.

2 months ago 19 9 4 0
Preview
Wawancara Bersama Titan Hartono: Sudah tidak relevan lagi mengkotak-kotakan keilmuan Noor Titan Putri Hartono, PhD. Seiring berjalannya waktu, kita semua mengalami momen yang secara lambat namun tegas mengubah cara kita memahami sains dan diri kita sendiri. Wawancara saya baru-baru ini dengan Noor Titan Putri Hartono adalah salah satu momen tersebut. Sebagai seorang ilmuwan mekanik, Titan meraih gelar sarjana hingga PhD di Massachusetts Institute of Technology (MIT), di mana penelitian doktoralnya mengkaji kinerja dan stabilitas material surya yang sedang berkembang hingga saat ini.

Wawancara Bersama Titan Hartono: Sudah tidak relevan lagi mengkotak-kotakan keilmuan

Noor Titan Putri Hartono, PhD. Seiring berjalannya waktu, kita semua mengalami momen yang secara lambat namun tegas mengubah cara kita memahami sains dan diri kita sendiri. Wawancara saya baru-baru ini dengan Noor…

2 months ago 1 2 0 0
Preview
Mengapa Komunikasi Sains Gagal ‘Ampuh’ Mengubah Kebijakan Publik? Hari-hari ini tidak sedikkit dari kita mengeluhkan hal yang serupa tentang mengapa sains yang sudah jelas, didukung data kuat, dan disampaikan berulang kali oleh para pakar tetap berujung pada kekecewaan karena tidak dijadikan dasar utama kebijakan publik. Kita juga sebenarnya paham bahwa kebijakan publik tidak bekerja semata-mata berdasarkan kebenaran ilmiah, melainkan bergerak dalam logika politik. Dua hal ini telah lama menjadi semacam "omon-omon" bersama.

Hari-hari ini tidak sedikkit dari kita mengeluhkan hal yang serupa tentang mengapa sains yang sudah jelas, didukung data kuat, dan disampaikan berulang kali oleh para pakar tetap berujung pada kekecewaan karena tidak dijadikan dasar utama kebijakan publik.

3 months ago 2 1 0 0
Preview
It’s a Precondition: There is No Public Health Without Peace Global conflict profoundly disrupts the structural and functional capacity of public health systems. Between 2023 and 2025, major theatres of violence and instability created conditions in which disease, famine, displacement, and infrastructure collapse flourished, often in tandem. Public health collapses when war persists. Armed conflicts have systematically dismantled health systems, accelerated disease transmission, and produced excess mortality that far exceeds battlefield deaths.

It’s a Precondition: There is No Public Health Without Peace

Global conflict profoundly disrupts the structural and functional capacity of public health systems. Between 2023 and 2025, major theatres of violence and instability created conditions in which disease, famine, displacement, and…

3 months ago 1 0 0 0
Preview
Global Science Kaleidoscope 2025: More Than Individual Scandals, This Is a Structural Crisis The year 2025 should be read as a moment when scientific misconduct must cease to be understood merely as individual moral deviation. More accurately, it reflects a failure of the global scientific community in governing knowledge, particularly within the system of scholarly publishing. The year 2025 marks a significant point in the global timeline of research integrity. Rather than being triggered by a single spectacular scandal, discussions of scientific misconduct throughout the year were shaped by an accumulation of prominent cases, large-scale article retractions, and a growing awareness that the problem is systemic.

Global Science Kaleidoscope 2025: More Than Individual Scandals, This Is a Structural Crisis

The year 2025 should be read as a moment when scientific misconduct must cease to be understood merely as individual moral deviation. More accurately, it reflects a failure of the global scientific…

3 months ago 1 1 0 0
Preview
Kaleidoskop Sains Global 2025: Lebih Sekedar Skandal Individual, Ini Krisis Struktural Tahun 2025 layak kami baca sebagai tahun ketika pelanggaran ilmiah harus berhenti dipahami sebagai deviasi moral individu semata, lebih dari itu semakin tepat diposisikan sebagai kegagalan komunitas ilmiah global dalam tata kelola pengetahuan khususnya publikasi ilmiah. Tahun 2025 menandai catatan penting dalam linimasa integritas ilmiah secara global. Beragam kasus yang muncul sepanjang tahun, alih-alih dipicu oleh satu skandal tunggal yang spektakuler, diskursus pelanggaran ilmiah (

Kaleidoskop Sains Global 2025: Lebih Sekedar Skandal Individual, Ini Krisis Struktural

Tahun 2025 layak kami baca sebagai tahun ketika pelanggaran ilmiah harus berhenti dipahami sebagai deviasi moral individu semata, lebih dari itu semakin tepat diposisikan sebagai kegagalan komunitas ilmiah…

3 months ago 0 0 0 0
Preview
Banjir Sumatra: Politik Angka dalam Bencana Hingga hari ini (4/5), jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra tercatat ratusan orang dan masih terus bertambah. Data resmi BNPB yang telah diverifikasi menunjukkan 812 korban meninggal, 509 orang hilang, dan sekitar 2700 korban luka. Perbedaan angka antar pemberitaan dapat terjadi karena waktu cut off pengumpulan data yang tidak seragam. Meski demikian, situasi lapangan memberi indikasi bahwa skala bencana mungkin lebih parah daripada yang tercatat, sehingga muncul desakan publik agar pemerintah segera menetapkan status “bencana nasional”.

Banjir Sumatra: Politik Angka dalam Bencana

Hingga hari ini (4/5), jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra tercatat ratusan orang dan masih terus bertambah. Data resmi BNPB yang telah diverifikasi menunjukkan 812 korban meninggal, 509 orang hilang, dan sekitar 2700 korban…

4 months ago 1 0 0 0
Preview
Cerita Rafflesia dari Oxford Memicu Debat tentang Representasi, Pengakuan Ilmiah, dan Visibilitas Global Selatan Artikel ini adalah versi bahasa Indonesia dari artikel Oxford’s Rafflesia Messaging Sparks Debate Over Representation, Scientific Credit, and Global South Visibility yang sudah diakses oleh pembaca lebih dari 3.800 kali per 27 November 2025. Penemuan kembali bunga langka Rafflesia hasseltii di Sumatera Barat telah memicu perdebatan tak terduga mengenai cara lembaga Global Utara menyajikan cerita konservasi, tentang siapa yang mendapatkan pengakuan ilmiah, dan bagaimana peneliti dan kontributor lokal dari Global Selatan diwakili dalam ekosistem media global.

Cerita Rafflesia dari Oxford Memicu Debat tentang Representasi, Pengakuan Ilmiah, dan Visibilitas Global Selatan

Artikel ini adalah versi bahasa Indonesia dari artikel Oxford’s Rafflesia Messaging Sparks Debate Over Representation, Scientific Credit, and Global South Visibility yang sudah diakses…

4 months ago 1 1 0 0
Advertisement
Preview
Jurnalisme di Indonesia: Dari Watchdog ke Edukator Bersamaan dengan rutinitas riset, minggu lalu saya menyempatkan diri membaca, dan menulis ulasan laporan Worlds of Journalism Study Wave 3. Laporan Riset WJS3 ini dirilis ke publik pada akhir Oktober 2025, merangkum studi yang berlangsung antara 2021 hingga 2025 dan menjadi salah satu survei global terbesar mengenai profesi jurnalis. Secara singkat, proyek riset gelombang ketiga ini mengumpulkan lebih dari 32.350 responden dari 75 negara untuk memetakan bagaimana jurnalis memahami risiko, kebebasan, nilai, dan ketidakpastian dalam pekerjaan mereka.

Jurnalisme di Indonesia: Dari Watchdog ke Edukator

Bersamaan dengan rutinitas riset, minggu lalu saya menyempatkan diri membaca, dan menulis ulasan laporan Worlds of Journalism Study Wave 3. Laporan Riset WJS3 ini dirilis ke publik pada akhir Oktober 2025, merangkum studi yang berlangsung antara…

4 months ago 1 0 0 0
Preview
Oxford’s Rafflesia Messaging Sparks Debate Over Representation, Scientific Credit, and Global South Visibility A rediscovery of the rare Rafflesia hasseltii in West Sumatra has sparked an unexpected debate over how international institutions frame conservation stories, who receives scientific credit, and how Global South researchers are represented in global media ecosystems. While the University of Oxford’s press and social media materials have circulated widely, scientists and netizens in Indonesia argue that the narrative structure used by international media reinforces imbalances that echo older colonial patterns in science communication.

Oxford’s Rafflesia Messaging Sparks Debate Over Representation, Scientific Credit, and Global South Visibility

A rediscovery of the rare Rafflesia hasseltii in West Sumatra has sparked an unexpected debate over how international institutions frame conservation stories, who receives scientific…

4 months ago 1 0 0 0
Preview
The Rise of Scientific Sleuths: Ensuring Research Integrity Recently, a new type of scientist has emerged. These are individual researchers, bloggers, and independent analysts. They spend some of their time checking whether the science in published research is actually correct. These actors, who call themselves or have been called by internet users "scientific sleuths", examine published work closely. They search for any evidence of image manipulation, data duplication, or ghostwriting.

The Rise of Scientific Sleuths: Ensuring Research Integrity

Recently, a new type of scientist has emerged. These are individual researchers, bloggers, and independent analysts. They spend some of their time checking whether the science in published research is actually correct. These actors, who…

6 months ago 2 0 0 1
Post image Post image Post image Post image

It is almost time for the release of the findings of Wave 3 of the Worlds of Journalism Study. Keep an eye out on our socials for more information.
In the meantime, we are pleased to introduce you to the Executive Committee of the Worlds of Journalism Study.

6 months ago 4 2 0 1
Post image Post image Post image Post image

It is almost time for the release of the findings of Wave 3 of the Worlds of Journalism Study. Keep an eye out on our socials for more information. In the meantime, we are pleased to introduce you to all the researchers from across the globe who are involved in the study.

6 months ago 11 6 0 0
Post image Post image Post image

It is almost time for the release of the findings of Wave 3 of the Worlds of Journalism Study. Keep an eye out on our socials for more information.
In the meantime, we are pleased to introduce you to the Executive Committee of the Worlds of Journalism Study.

6 months ago 4 2 0 1